Tuesday, 29 December 2015

[review] So, I Married the Anti-fan by Kim Eun Jeong



Judul : So, I Married the Anti-fan
Penulis : Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania Adnyana
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun Terbit : 2015
Cetakan : Pertama
Spesifikasi : 20 cm, 525 halaman
Jumlah Bab : 17 (Tujuh belas)
Harga : Rp 81.000,-
Durasi Baca : 22-29 November 2015
Kepemilikkan : Milik Sendiri
Rate : 4.5 of 5 ^^
.
.
.
..
.
Sinopsis;


Aku tinggal dengan idola paling terkenal se-Korea.
Tapi … aku adalah antifan-nya.

H, salah satu bintang pemicu hallyu wave akan tinggal dengan antifan-nya dalam sebuah variety show.

Mr. H: Tentu saja aku bisa menangani antifan-ku. Aku ini pria yang penuh dengan kejutan
Ms. L: Sebagai antifan-nya, aku akan membuka semua rahasia busuknya. Lihat saja nanti

Begitu berita itu keluar, para fans Mr. H segera membentuk pertahanan untuk melindungi idolanya.

Dan jika Ms. L melukai Mr. H barang sedikit pun maka mereka tidak segan-segan untuk bertindak.


.
.

Aku telah melihat perlakuanmu terhadap perempuan di klub itu. Dan sekarang kau membuatku dipecat dari kantor karena takut berita ini tersebar luas. Lihat saja, aku pasti akan balas dendam. (p. 32)


Geun Yong adalah seorang wartawan yang kurang berkompeten dalam menjalankan tugasnya. Walaupun begitu, ia tetap menjalankan tugasnya untuk meliput peresmian klub JJ—seorang artis. Namun, siapa yang menyangka, di klub itu pun ia melihat Hu Joon. Tidak aneh sebenarnya mengingat Hu Joon dan JJ adalah teman dekat, namun yang mengagetkannya, ketika Geun Yong hendak ke wc untuk muntah karena banyak minum, ia melihat lelaki itu sedang membentak seorang perempuan. Tidak ingin ikut campur, ia pun berbalik. Rasa mualnya kemudian membuatnya tidak sadar bahwa ia memuntahi sepatu juga mobil lelaki itu! Permintaan maafnya dihiraukan lelaki itu. Keesokan harinya, ia pun dikeluarkan secara tidak terhormat dari kantor tempatnya bekerja.  


“ … tapi kalau anti-fan itu adalah orang yang mengetahui sifat asli seseorang, mengkritiknya, dan berusaha melepaskan ‘topeng’ yang selama ini menutupi sifat aslinya itu, maka bisa dikatakan juga bahwa saya ini adalah anti-fannya.” (p. 58)


Merasa tidak diperlakukan dengan adil, Geun Yong pun mulai menyalahkan Hu Joon. Setelah melihat prilaku kasar lelaki itu pada seorang perempuan dan juga bagaimana kesalahan kecil seperti itu membuatnya dipecat dari pekerjaannya membuat perempuan itu kesal dan mendeklarasikan diri menjadi anti-fan Hu Joon. Namun, tanpa disadari, hal yang dilakukannya pun menjadi sorotan publik. Seorang PD pun menghubunginya untuk ikut serta dalam sebuah reality show bersama dengan Hu Joon. Didasari atas kebutuhan ekonomi yang mendesak untuk membayar tagihan listrik dan officetel-nya dan juga keinginan untuk mengungkap jati diri lelaki yang sebenarnya ke hadapan publik, Geun Yong pun setuju untuk ikut serta.


“Kalau kau mencari sesuatu yang menyentuh hati, cari saja di film documenter. Mereka tidak perlu selebriti, cukup sorot saja kisah orang biasa. Karena ingin sesuatu yang lebih menarik, makanya mereka perlu selebriti. Kau tidak tahu arti kata ‘selebriti’?” (p. 77)


Namun ternyata semuanya tidak semudah yang Geun Yong kira. Dalam reality show tersebut, ia diharuskan berperan untuk menjadi manajer Hu Joon! Usaha untuk mengungkap jati diri Hu Joon pun menjadi sulit karena lelaki itu juga berusaha untuk menjatuhkannya juga. Saat keadaan sulit, Ji Hyang, manajer asli Hu Joon selalu membantunya. Namun, setelah semua yang terjadi, ia tidak bisa menumpang tinggal di rumah temannya. Maka, ia menjadikan tempat set syuting sebagai tempat tinggalnya—yang set tersebut ternyata ditinggali juga oleh Hu Joon! Akhirnya, mereka berdua tinggal di apartemen tersebut. Dalam kebersamaan tersebut, ia pun sedikit demi sedikit mulai mengenal Hu Joon.

“Lupakan saja apa yang terjadi di masa lalu. Kautahu apa yang terjadi kalau kau hanya memikirkan masa lalu? Rasanya seperti terkurung di suatu ruangan. Berkompromilah dengan kehidupan. Bukankah itu hal yang indah? Jarang ada orang yang mau berbicara dengan kehidupan dan mengulurkan tangan. Kau itu beruntung, Geun Yong.” (p. 116)

Banyak hal yang kemudian dilaluinya bersama Hu Joon. Kebersamaan itu pun menimbulkan rasa nyaman bagi keduanya hingga mereka pun bisa menceritakan masalah satu sama lain. Geun Yong pun akhirnya mengetahui hubungan rumit antara Hu Joon dengan In Hyong, perempuan yang waktu itu pernah dilihatnya dibentak Hu Joon. Lalu, apakah yang terjadi di antara mereka?
.
.
.

“… tapi setelah ia pergi meninggalkanku, aku semakin tidak berani bicara mengenai hal ini. Takut ia yang sedang jatuh cinta dengan orang lain terluka. Aku bahkan tidak bisa mengatakan aku rindu, karena takut ia terluka karenaku.” (p. 171)

.
.
.


Baca selengkapnya pada novel So, I Married The Anti-Fan karya Kim Eun Jeong ini! ^^


.
.
So, I Married The Anti-Fan adalah salah satu K-Iyagi (terjemahan cerita dari Korea) yang diterbitkan oleh Penerbit Haru. Fyi, karya Kim Eun Jong yang satu ini akan dijadikan film dengan Chanyeol sebagai pemeran utama.
Pada dasarnya, tema yang diangkat dalam novel ini sebenarnya cukup mainstream—benci menjadi cinta. Namun, tema itu dibungkus dengan menarik—yaitu dalam kehidupan seorang idola dan anti-fannya. Kebencian yang dimulai ketika hidup Geun Yong menjadi  berubah karena secara tidak sengaja memuntahi sepatu dan mobil Hu Joon juga mendapati prilaku kasar lelaki itu pada seorang wanita pada sebuah acara peresmian klub. Setelah dikeluarkan dari pekerjaannya, Geun Yong pun menjadi anti-fan lelaki itu dan malah menjadi sorotan karena ikut dalam sebuah reality show bersama lelaki itu. Sangat menarik sekali melihat bagaimana seorang anti-fan dan idola disatukan dalam satu reality show. Dinamika hubungan yang ditunjukkan mereka sangatlah menarik.
Alur cerita dan konflik yang berkembang pun sangatlah menarik sehingga membuat pembaca merasakan urgensi untuk terus membaca. Alur dan penulisan tidak bertele-tele sehingga walaupun buku ini cukup tebal, namun bisa diselesaikan dalam waktu yang relatif cepat. Konflik yang pada awalnya berkisar pada Geun Yong dan kehidupannya yang menjadi rusak karena Hu Joon pun berkembang menjadi mereka yang disatukan dalam acara reality show. Namun, yang lebih menarik menurut saya adalah ketika pelan-pelan identitas dan hubungan perempuan yang pernah dibentak Hu Joon di peresmian klub tersebut mulai terungkap. Konflik semakin meluas dan plot twist yang terjadi di akhir cerita pada In Hyong—perempuan itu membuat saya benar-benar tenganga, sangat di luar prediksi. Selain itu, terjemahan yang tidak kaku juga membuat pembaca bisa memahami jalan cerita dengan baik.
Untuk penokohan sendiri, saya kira semua tokoh disini memainkan peranan yang penting. Hu Joon yang pada awalnya terlihat seperti idola yang dingin dan kasar seperti yang diperlihatkan di awal cerita kemudian bisa berubah pada sepanjang cerita—membuat pembaca bisa berempati padanya. Saya sangat suka bagaimana penulis bisa menampilkan sosok idola sebagaimana manusia pada umumnya yang memiliki masalah dan kekurangan tersendiri. Sosok Geun Yong sendiri juga sangat menarik dan menurut saya sangat berani untuk mendeklarasikan diri untuk menjadi seorang anti-fan secara terbuka (yang setahu saya, di Korea sana sendiri hal tersebut sangat dihindari). Walaupun begitu, entah mengapa saya lebih tertarik pada karakter In Hyong yang sejak awal sudah membuat pembaca penasaran tentang siapa dan apa hubungannya ia dengan Hu Joon. Tentu saja keputusan akhir karakter ini membuat plot twist yang sangat mengejutkan. Saya jadi penasaran bagaimana Seohyun memerankan karakter ini =))
CAN SHE PORTRAY IN HYONG CHARA?

Banyak sekali hal yang tidak saya sampaikan karena menurut saya novel ini adalah novel yang cocok kamu baca sendiri untuk merasakan bagaimana serunya =) banyak hal-hal yang tidak terduga yang terjadi dan sebagai pengalaman pertama membaca karya Kim Eun Jeong, saya kira ini pengalaman yang cukup berkesan dan membuat saya penasaran dengan karya-karyanya yang lain. Nilai yang bisa saya ambil dari karya ini adalah saya menyadari bahwa banyak pengorbanan yang perlu kita lakukan untuk melindungi dan mencintai orang lain :”)
.
.
.
Baiklah, sekian review novel So, I Married The Anti-Fan dari saya!
Tertarik untuk membaca novelnya? BURUAN BACAAA! :”)))))
Sudah membacanya? Yuk atuh kita FANGIRLING-an! :”)))))))))))
.
.
.
“… Aku ingin menjadi manusia yang bisa akrab dengan orang lain, daripada menjadi selebriti yang dipuja seperti patung dari kejauhan. Betul-betul manusia, maksudku.” (p. 183)

“Kalau kau begitu mencintainya, kau harusnya mencarinya. Kenapa hanya memandangnya dengan penuh kesakitan?” (p. 242)
.
.


I GUESS GEUN YONG AND HU JOON, RIGHT?

AAAAAAAAAA I KNOW THIS SCENE





[review] Operation: Break the Casanova’s Heart by Aly Almario




Judul : Operation: Break the Casanova’s Heart
Penulis : Aly Almario
Penerjemah: Airien Kusumawardhani
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun Terbit : 2015
Cetakan : Pertama
Spesifikasi : 19 cm, 224 halaman
Jumlah Bab : 31 (beserta prolog dan epilog)
Harga : Rp. 57.000,-
Durasi Baca : 3-5 Desember 2015
Kepemilikkan : Milik Sendiri
Rate : 3.5 of 5 ^^
.
.
.
..
.
Sinopsis;


Misi: Menghancurkan Hati Sang Casanova
10 Tugas yang Harus Diselesaikan:
11. Buat dia menyadari kehadiranmu.
22. Buat dirimu menonjol dari cewek-cewek lain.
33. Dapatkan ajakan untuk berkencan.
J4. Jadikan kencan tersebut sangat berkesan.
55. Buat dia menganggapmu serius.
66. Pastikan dia hanya berkencan denganmu.
77. Buat dia mengajakmu menemui orang tuanya.
88. Buat dia menciummu, ciuman yang tulus.
99.Jadilah pacar terbaik yang pernah dia miliki.
110.   Langkah terakhir: HANCURKAN HATINYA.
Satu-satunya peraturan yang harus kaupatuhi dalam misi ini adalah: jangan jatuh cinta padanya. Kalau kau melanggar peraturan ini, maka misi dianggap gagal. Sebagai gantinya, kau akan menerima hukuman yang berat.
Naomi Perez terpaksa menjalankan misi tersebut karena Stephen Cruz—adalah cowok yang menghancurkan hati sahabatnya, Kryzel.
Apakah Naomi berhasil membuat Stephen jatuh cinta kepadanya?
Ataukah keadaan akan berbalik, justru Naomi yang jatuh cinta kepada Stephen?


.
.
“Dia tidak layak ditangisi, Kryzel, jangan buang-buang air matamu untuknya.” …”Tamat riwayatmu, Stephen. Aku akan menghabisimu.” (p. 12)

Stephen adalah seorang casanova yang terkenal di kampusnya. Ia sering sekali bergonta-ganti pasangan hingga suatu hari, ia berkencan dengan Kryzel, sahabat dari Naomi. Naomi tidak menyukai Stephen. Ia sudah mengenal lelaki itu dari SMA dan selalu menjaga jarak dengannya karena tabiat buruk lelaki itu. Ketika Kryzel berpacaran dengan Stephen, Naomi sudah merasakan firasat buruk. Dan benar saja, tidak lama, Stephen melukai hati Kryzel dan meninggalkan perempuan itu. Naomi yang marah hendak mengkonfrotasi lelaki itu, namun lelaki itu malah mencuri ciumannya! Sudah tidak tahan dengan kelakuan lelaki itu, Naomi pun memutuskan untuk menandatangani perjanjian dari Koalisi Pembenci Stephen Cruz (KPSC) yang sebelumnya ia tolak. Perjanjian tersebut adalah bahwa dia akan berusaha untuk menghancurkan lelaki itu, membiarkan lelaki itu merasakan rasanya sakit hati. Naomi yang tidak tertarik pada Stephen adalah orang yang sempurna untuk melaksanakan misi tersebut.

Tentu saja aku tidak akan membiarkan Nami lolos begitu saja. Aku menghabiskan waktu seharian untuk membalasnya. Aku tidak mendapatkan reputasi Casanova di kampus begitu saja. (p. 27)

Untuk melaksanakan tersebut, Naomi merubah penampilannya yang tidak rapi dan tomboy menjadi feminin dan lebih menarik. Benar saja, setelah ia merubah penampilannya, Stephen pun akhirnya meliriknya. Di satu sisi, itu adalah kemajuan bagi misinya, namun di sisi yang lain, ia pun terpaksa harus menjauhi Drew, lelaki yang disukainya. Pada awalnya, Stephen masih bersikap manis pada perempuan lain, namun jebakan yang dibuat Naomi mulai menunjukkan keberhasilan ketika ia bisa membuat Stephen menjadikannya satu-satunya pacar yang dimiliki.
Keadaan menjadi semakin rumit ketika Stephen benar-benar merubah tabiat buruknya. Ia menjadi sangat manis pada Naomi dan tidak tebar pesona pada perempuan lain. Naomi pun pelan-pelan mengetahui bagaimana kehidupan lelaki itu yang sebenarnya dan mengetahui luka yang selalu menghantui lelaki itu—yang ternyata memiliki hubungan dengan Naomi. Naomi semakin bimbang karena kini Stephen benar-benar memperlakukannya dengan tulus dan penuh cinta.
Sialan! Kenapa Stephen tidak tetap menjadi Casanova saja? Kenapa dia tiba-tiba bertingkah seperti ini? Kalau aku tidak hati-hati, aku mungkin tidak dapat memenuhi kewajibanku dalam kontrak kutandatangani. (p. 101)

Dengan berbagai perkembangan tidak terduga yang terjadi, apakah Naomi akan tetap melaksanakan misinya untuk menghancurkan lelaki itu?
.
.
.
“Bagaimana kalau aku melakukan sesuatu yang tidak kau sukai … apa kau akan marah padaku?” (p. 152)

.
.
.


Baca selengkapnya pada novel Operation: Break The Casanova’s Heart karya Aly Almario ini! ^^


.
.
Operation: Break The Casanova’s Heart ini adalah Phil-fict (buku terjemahan dari Filiphina) pertama yang diterbitkan oleh Penerbit Haru setelah sebelumnya banyak menerbitkan K-Iyagi (terjemahan dari Korea), J-Lit (terjemahan dari Jepang), dan M-Novel (terjemahan dari Mandarin). Sebagai lini baru dari Penerbit Haru, tentunya saya sangat penasaran akan seperti apa novel yang terjemahkan dari Filiphina.
Mungkin, sedikit dari kita yang mengetahui bagaimana kebudayaan negara kepulauan yang satu itu, dan membaca novel ini cukup memberikan kita sedikit gambaran mengenai negara tersebut, yaitu melalui bahasa Tagalognya. Dalam novel ini diselipkan beberapa kata dari bahasa Tagalog dan disertai artinya pada footnote-nya. Untuk terjemahannya juga sangat bagus, sama sekali tidak terasa bahwa ini adalah novel terjemahan.
Dari alur cerita yang mengangkat tema benci menjadi cinta ini pada awalnya memang cukup tertebak. Naomi yang benci pada Stephen karena telah memperlakukan Kryzel seenaknya, memutuskan untuk memberikan pelajaran pada lelaki itu. Namun, keadaan menjadi semakin rumit ketika Stephen benar-benar terjatuh pada perangkapnya dan berubah menjadi lelaki yang baik. Namun, yang menjadikan novel ini semakin menarik adalah konfliknya tidak berpusat pada kehidupan asmara Stephen-Naomi saja, namun juga mengupas masa lalu Stephen yang menyedihkan dan ternyata memiliki hubungan dengan keluarga Naomi. Menurut saya, walaupun buku ini cukup tipis, tetapi tetap mampu menyajikan keseluruhan cerita dengan baik.
Karakternya pun cukup meninggalkan kesan yang kuat pada benak pembaca. Stephen si Casanova pada awalnya bersikap seenaknya pada setiap wanita, namun selama membaca, kita bisa melihat bagaimana perubahannya. Di balik sikapnya yang suka tebar pesona, sebenarnya dia memiliki kerapuhan sendiri. Konflik dalam keluarganya akan membuat pembaca merasa empati padanya. Untuk Naomi sendiri, saya merasa dia perempuan yang cukup nekat dan berani untuk menandatangani perjanjian semacam itu. Walaupun begitu, pembaca bisa melihat bagaimana Naomi sendiri pun pada akhirnya menjadi bimbang untuk melaksanakan misi tersebut. Perubahan Stephen serta sikapnya yang manis dan tulus membuat Naomi sedikit ragu. Sikap Stephen yang paling manis menurut saya adalah ketika ia membelikan sepasang boneka kura-kura untuk Naomi yang sebelumnya tidak jadi dibeli Naomi karena dianggap Drew tidak terlalu berguna. Stephen menamai boneka kura-kura untuk Naomi dengan nama Pen-Pen dan untuk dirinya sendiri ia beri nama Nam-Nam. Such a cutieeee :”)) Untuk karakter lainnya mungkin tidak terlalu menonjol perannya, sayang sekali :’)
Menurut saya, cerita ini lebih cocok bila dibaca untuk pembaca yang sudah cukup umur karena walaupun tidak ada adegan eksplisit di dalamnya, namun cukup banyak adegan ciuman yang mungkin akan mengagetkan bagi mereka yang masih di bawah umur. Untuk kekurangannya sendiri, saya kira mungkin pada jalan cerita yang sangat terbaca akan dibawa kemana sehingga menurunkan ekspektasi saya. Dan secara personal, cerita ini bukanlah jenis cerita yang saya sukai walaupun memang menghibur, it’s really not my cup of tea. Tentu saja ini hanya kesan saya secara pribadi, mungkin bagi orang lain pasti berbeda J
Baiklah, mungkin sekian yang bisa saya bahas dari novel ini. Nilai yang bisa diambil dari novel ini adalah tentu saja tidak semua orang menyukaimu, tetapi yakinlah bahwa masih ada yang mencintaimu secara tulus J
.
.
.
Baiklah, sekian review novel Operation: Break The Casanova’s Heart dari saya!
Tertarik untuk membaca novelnya? HAYUUU BACAAA! :”)))))
Sudah membacanya? Yuk atuh kita FANGIRLING-an! :”)))))))))))
.
.
.
“Kau bermain dengan mereka,” kata Dad. “Kau tidak boleh menganggap mereka serius, atau mereka akan mempermainkanmu dan menyakitimu kemudian menghancurkan hatimu.” (p. 105)
.
.




[review] Wishing Her to Die by Jung Soo Hyun




Judul                : Wishing Her to Die
Penulis              : Jung Soo Hyun
Penerbit            : Penerbit Haru
Penerjemah       : Anggi Mahasanghika
Tahun Terbit      : 2014
Cetakan            : Pertama
Spesifikasi         : 20 cm, 410 halaman
Jumlah Bab        : 19 (termasuk prolog dan epilog)
Harga                : Rp. 65.000,00
Durasi Baca        : 10-12 September 2015
Kepemilikkan     : Milik Sendiri
Rate                  : 4.5 of 5 ^^
.
.
Sinopsis;


Kepada Lee Min-ah.
Salam kenal. Aku Yoon Jae-Hee. Meski sulit dipercaya, sekarang aku ada di dalam tubuhmu.

Jae-Hee
Nasibku sungguh sial: pacarku meninggalkanku, aku tidak lulus audisi musical, ditambah aku mati ditabrak truk.
Tapi aku mendapat kesempatan untuk merasuki tubuh orang lain meskipun hanya sehari, dan aku mengambil kesempatan itu.
Boleh, kan? Hanya satu hari saja.

Min-ah
Orang kira aku memiliki segalanya: karir sebagai pengacara di firma hukum raksasa Korea, kecantikan dan kekayaan. Tapi, aku masih terikat dengan masa laluku. Aku harus menyelidiki semuanya sampai tuntas.
Namun, kenapa aku membuang waktu mengikuti audisi musikal yang bahkan tak bisa kuingat? Kemana ingatanku selama beberapa jam itu? Jae-hee? Siapa Jae-Hee?
Kenapa sepertinya dia menginginkan tubuhku selamanya?


.
.

Manusia bisa lebih kuat setelah sakit dan terluka karena kasih sayang dan cinta orang-orang di sekitarnya. Jika hal itu tidak ada, maka sakit dan luka hanya akan menjadi monster bagi manusia. (p.300)

.
.
Yoon Jae-Hee adalah seorang perempuan yang memiliki mimpi untuk menjadi artis musikal. Ia diberkahi bakat yang luar biasa, sayang, penampilannya tidak menarik. Cerita dimulai ketika ia gagal audisi dan merasa terpuruk. Pada hari yang sama, ia mengalami kecelakaan dalam upayanya untuk menolong seorang anak kecil. Keadaannya pun menurun drastis dan dalam kondisi koma, ia mendengar suara misterius yang mengatakan bila ia ingin hidup kembali, ia harus masuk ke tubuh seseorang dan kembali ke tubuhnya lagi tepat pada ham 12 malam. Di parkiran rumah sakit, ia kemudian bertemu dengan Lee Min Ah—seorang perempuan cantik yang bersifat kasar. Jae Hee kemudian memutuskan untuk memasuki perempuan itu, yang ternyata adalah seorang pengacara terkenal yang kaya raya.


Orang yang memercayai hal yang tak bisa dipercaya ini hanyalah orang yang bersangkutan dan merasakannya. (p. 217).


Jae Hee kemudian mencoba menikmati kesempatan untuk hidup dalam tubuh Min Ah yang sempurna. Ia menggunakan segala fasilitas yang dimiliki Min Ah, menerima segala perhatian bahkan merasa besar kepala saat seorang lelaki menatapnya—lelaki itu adalah Geun Woo, teman Min Ah. Namun, dari berbagai hal yang ingin ia lakukan pada kesempatan kedua ini adalah mengikuti audisi musikal yang diinginkannya. Maka, Jae Hee yang menggunakan tubuh Min Ah pun datang ke tempat audisi dan mengagetkan semua orang dengan talentanya. Tindakan itu kemudian menyebabkan ia terlambat masuk ke dalam tubuhnya. Masalah semakin rumit ketika Min Ah dengan tidak sengaja mengambil alih kembali tubuhnya dan mendapatkan kabar bahwa ia terpilih menjadi pemeran utama dalam drama musikal.


Merebut kebahagiaan seseorang ketika ia sedang bersama orang yang dicintai adalah insting alamiah yang bahkan binatang buas pun tidak dapat mencegahnya (p.226)


Kehidupan Min Ah mulai dipenuhi konflik. Ia harus menghadapi berbagai masalah yang ditimbulkan Jae Hee, padahal ia sendiri memiliki tujuan yang lebih penting: membalaskan dendam pada orang-orang yang telah menghancurkan hidupnya ketika remajanya. Akan tetapi, setiap Min Ah merasa marah atau kesal, Jae Hee kembali muncul dan mengambil alih tubuh itu. Merasa tidak enak, Jae Hee meninggalkan pesan pada Min Ah mengenai keberadaan dirinya. Keadaan semakin rumit ketika Jae Hee menyukai Geun Won—yang sebenarnya mencintai Min Ah sejak lama. 

Suara misterius itu pun memberitahu bahwa pada akhirnya, hanya ada satu jiwa yang bisa hidup dalam tubuh itu. Jae Hee pun harus membuat pilihan; apakah ia harus terus berbohong dan membunuh jiwa Min Ah untuk bisa hidup bahagia? Apakah Min Ah bisa kembali mendapatkan tubuhnya?
.
.
.

 Hidup dalam penderitaan, atau mati dengan tenang? Mati demi kekasih, atau membiarkan kekasih mati dan kita terus hidup?
… membunuh Min-ah dan terus hidup?
… atau aku saja yang mati dan Min-ah yang hidup? (p. 275)

.
.


Baca selengkapnya pada novel Wishing Her to Die karya Jung Soo Hyun ini! ^^


.
.
Diberi kesempatan kedua untuk hidup dalam tubuh orang lain. Hal itulah yang menjadi tema utama yang Jung Soo Hyun-sshi coba angkat dalam novelnya, Wishing Her to Die. Novel ini merupakan salah satu K-Iyagi (novel terjemahan dari Korea) yang diterbitkan Penerbit Haru. Novel ini adalah karya Jung Soo Hyun-sshi pertama yang saya baca.
Tema utama yang diangkat dalam novel ini sangatlah menarik. Tentunya siapapun ingin mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki hidupnya, termasuk Yoon Jae Hee. Merasa hidupnya selama ini kurang beruntung, ia merasa mendapatkan kesempatan kedua ketika arwahnya merasuki tubuh Lee Min Ah. Dengan menggunakan tubuh Lee Min Ah, dia mencoba untuk mendapatkan segala yang dulu tidak ia dapatkan—kecantikan, perhatian, kekayaan, karir, serta cinta. Lee Min Ah sendiri kebingungan karena pada beberapa kesempatan ia bisa mengambil alih tubuhnya tanpa mengingat apapun. Kehidupan dua jiwa dalam satu tubuh itu pun menimbulkan konflik bagi sekitarnya—terutama bagi kehidupan Lee Min Ah.
Penulisannya yang memang menggunakan sudut pandang orang ketiga dan secara bergantian antara Yoon Jae Hee dan Lee Min Ah membuat pembaca bisa merasakan dan memahami pemikiran kedua tokoh tersebut. Karakter Lee Min Ah yang perfeksionis, cerdas, dingin dan keras dapat dimunculkan dengan baik. Adanya flashback mengenai kehidupan masa lalu tokoh ini juga memperkuat karakternya—serta membuat pembaca bisa berempati padanya. Yoon Jae Hee sendiri adalah pribadi yang rendah hati dan memiliki keinginan yang teguh. Namun entah mengapa saya sangat tidak menyukai sifat egois pada karakter ini :”) Tokoh pelengkap seperti Geun-Woo dan ayahnya Min Ah sebenarnya masih bisa dieksplorasi lagi peranannya, tapi secara keseluruhan, penokohan dalam Wishing Her to Die ini meninggalkan impresi yang cukup kuat dalam memainkan alur cerita :”) konflik di antara dua perempuan yang memiliki dua kepribadian berbeda ini sangatlah menarik :”)
Mungkin salah satu hal yang agak mengganggu saya ketika membaca novel ini adalah kebingungan ketika perpindahan sudut pandang. Tidak adanya pemisahan yang jelas membuat saya beberapa kali salah paham hehe. Lalu, pembangunan konflik sebenarnya sudah sangat baik di awal hingga pertengahan cerita. Pembaca dibawa untuk merasakan bagaimana kehidupan Jae Hee dalam tubuh Min Ah dan apa yang Min Ah lakukan untuk memperbaiki semua konflik yang disebabkan oleh Jae Hee. Namun, pada bagian akhir saya merasa cerita ini terlalu terburu-buru ;;;;; sayang sekali, padahal klimaksnya ada di bagian terakhir ;;;; untuk ending sendiri, saya kira konflik utamanya cukup bisa diselesaikan dengan baik :”) ah, dan plot twist yang ada di cerita ini juga sangat bagus dan tidak tertebak :”)
Secara keseluruhan, membaca novel ini adalah pengalaman yang menyenangkan sekaligus menarik. Kisah ini memang disampaikan dengan aura yang kelam, tegang, penuh intrik membuat pembaca sangat terhanyut dalam konflik yang disajikan. Ketegangan dan konflik yang disebabkan oleh dua jiwa dalam satu tubuh ini membuat cerita ini memorable sekali. Ke depannya, saya berharap bisa membaca karya Jung Soo Hyun lainnya :”) nilai yang bisa saya ambil dari novel ini adalah keegoisan tidak hanya membawa kerugian bagi orang lain—namun juga bagi diri sendiri.

.
.
.
Baiklah, sekian review novel Wishing Her to Die dari saya!
Tertarik untuk membaca novelnya? BURUAN BACAAA! :”)))))
Sudah membacanya? Yuk atuh kita FANGIRLING-an! :”)))))))))))
.
.
.

Pilih … Hidup seperti kembang api tetapi singkat? ...
Atau kehidupan yang membosankan tetapi lama …
Yang mana yang lebih membahagiakan?
Bukan, mana yang lebih sedikit sengsara? (p. 46)

.
.



[review] Cheerboy!! by Asai Ryo


Judul : Cheerboy!!
Penulis : Asai Ryo
Penerjemah: Faira Ammadea
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun Terbit : 2013
Cetakan : Kedua
Spesifikasi : 20 cm, 428 halaman
Jumlah Bab : 10 bab
Harga : Rp. 58.000,-
Durasi Baca : 10-20 November 2015
Kepemilikkan : Meminjam dari Dhenda Fildza
Rate : 4.25 of 5 ^^
.
.

Sinopsis;


“Cheerleader … biasanya cewek yang melakukannya, kan?”
Haruki cedera.
Cowok itu menggunakan cederanya sebagai alasan untuk berhenti dari Judo karena menyadari batas kemampuannya. Padahal Haruki lahir dalam keluarga pejudo dan kakak perempuannya selalu jadi pemenang dalam setiap kejuaraan Judo.
Kazuma, teman sepermainan Haruki tiba-tiba ikut berhenti Judo dan menyarankan hal gila. Mereka akan membentuk tim cheerleading cowok!! Padahal, olahraga itu kan olahraga cewek!
Tapi, saat anggota berhasil mereka kumpulkan, ternyata mereka adalah cowok-cowok dengan masalah masing-masing.
Saat masalah itu saling berbenturan, akan cheerleading bisa membuat mereka tetap bersatu? Akankah cheerleading bisa menyelesaikan semua masalah?


.
.

Dirinya yang tidak bisa tampil dalam pertandingan. Dirinya yang tidak mampu menjadi pemeran utama. Jadi, yang bisa dilakukan hanya memberikan dukungan. (p. 69)


Haruki lahir dari sebuah keluarga judoka. Dia memiliki seorang kakak perempuan—Haruko, atlet judo yang dibanggakan keluarganya, sementara itu keluarganya memiliki sebuah judo. Karena mengalami cedera, Haruki tidak bisa melakukan olahraga tersebut dan keinginannya untuk kembali semakin meredup. Ketika Haruki memutuskan untuk keluar dari judo, Kazuma, sahabatnya sejak kecil juga melakukan hal yang sama. Kazuma pun menawarkan Haruki untuk membentuk sebuah tim cheerleader yang anggotanya cowok semua. Keputusan tersebut membuat hubungan Haruki dengan kakaknya merenggang.


Kali ini gilirannya untuk menyokong Haruko, sebagai balasan kekuatan yang didapatkannya saat melihat sosok sang kakak dalam kostum judo. (p. 362)


Haruki bersama dengan Kazuma mulai menyebarkan pamflet untuk mendapatkan anggota tim yang baru. Tanpa mereka sadari, beberapa orang mulai tertarik pada tim mereka dan mereka pun mendapatkan anggota baru. Yang pertama, Mizoguchi Wataru—seorang mahasiswa yang suka mengutip perkataan tokoh terkenal, yang kedua, Toono Kooji—seorang mahasiswa bertubuh gempal yang memiliki hobi makan.  Sementara itu, ketika mereka berlatih, mereka menemukan Ichiro dan Gen, dua sahabat yang memiliki kemampuan fisik baik. Kemudian, Sho adalah anggota ketujuh yang bergabung—ia sendiri adalah seorang pemuda dengan kemampuan cheerleading yang sangat baik dibandingkan anggota  yang lain, namun ia memiliki masalah yang menyulitkannya untuk kembali aktif di dunia cheerleading. 

Setelah anggota mulai terkumpul, mereka mulai berlajar dari video-video cheerleading milik mendiang ibu Kazuma. Latihan tersebut tidak berjalan mulus karena banyaknya hal mengenai cheerleading yang belum mereka ketahui juga banyaknya gerakan yang sulit mereka pelajari. Namun, di balik kerasnya latihan tersebut, persahabatan mulai tumbuh di antara tujuh orang pemuda itu. Mereka pun menamai tim mereka dengan nama—BREAKERS, karena mereka memiliki masalah yang ingin mereka hancurkan.


Memang masih banyak yang belum dipahami. Kadang Haruki masih berpikir mengapa mereka melakukan semua ini. Mengapa dirinya ingin melakukan olahraga pemandu sorak, mengapa dirinya bisa berada di tim ini, mengapa dirinya rela bersimbah keringat setiap hari dan berteriak-teriak hingga tenggorokkan serak, mengapa ia rela tubuhnya babak-belur. Dan apa yang sebenarnya ingin ia lakukan di tengah penampilan selama 2 menit 30 detik itu. (p. 157)


Setelah tim BREAKERS semakin maju, mereka pun mendapat tambahan anggota baru dan pelatih sehingga mereka bisa memenuhi kualifikasi untuk mengikuti turnamen cheerleader. Beserta dengan bertambahnya anggota, BREAKERS pun menghadapi masalah yang lebih kompleks; selain masalah pribadi, masalah antar tim juga menghiasi perjalanan mereka menuju waktu pertandingan.

Akankah mereka bisa ikut berkompetisi? Akankah cheerleader bisa menyelesaikan semua masalah?
.
.
.

Tidak ada artinya bila penonton tidak bisa menikmati. Cheerleading adalah satu-satunya cabang olahraga di mana sang atlet harus menebar senyum pada penonton. Tapi, tetap saja, sia-sia andai senyum itu tidak muncul dari lubuk hati. (p. 211)

.
.
.


Baca selengkapnya pada novel Cheerboy! karya Asai Ryo ini! ^^


.
.
Cheerboy!! Adalah salah satu novel J-Lit (terjemahan dari Jepang) yang diterbitkan Penerbit Haru. Novel ini juga novel pertama Asai Ryo yang saya baca. Novel ini mengambil tema tentang olahraga, keluarga, romansa, dan persahabatan. Dari judul dan sinopsis sendiri sebenarnya tergambar apa yang menjadi inti dari cerita ini: cowok-cowok yang membentuk sebuah tim cheerleader. Tema yang ditawarkan sangatlah unik. Asai Ryo-san mampu meramu ide tersebut menjadi sebuah cerita yang baik. Terjemahan dari Kak Faira Ammadea juga sangat luwes.
Untuk plot sendiri dimulai dari Haruki yang mengalami cedera dan Kazuma yang mengajaknya untuk membentuk sebuah team cheerleader yang semua anggotanya lelaki. Banyak konflik yang terjadi di sini, seperti Haruko yang menjauhi Haruki, tim yang dibentuk masihlah terdiri dari orang-orang yang amatir dan masalah pribadi tiap anggota menjadi permasalahan yang menghiasi buku ini. Selain itu, persahabatan yang berkembang dari tim yang awalnya hanya beranggotakan tujuh orang hingga enam belas orang ini bisa tergambar dengan baik—tidak dipaksakan, namun mengalir sejalan dengan kedekatan yang tercipta dari aktivitas yang mereka lalui bersama. Dalam novel ini Asai Ryo-san juga banyak menjelaskan mengenai teknik-teknik cheerleader yang menambah pengetahuan pembaca. Adanya ilustrasi pada halaman depan juga sangat membantu pembaca untuk memahami penjelasan teknik tersebut. 
Total akhir anggota dari tim BREAKERS sendiri adalah enam belas orang. Ditambah dengan karakter di luar tim seperti Chihiro, Haruko dan pelatih membuat cerita ini semakin semarak—namun kelemahannya, sulit untuk mengingat seluruh karakter. Untungnya karakter-karakter tersebut ditampilkan dengan memiliki karakter yang unik hingga setidaknya pembaca bisa membedakannya satu sama lain. Namun, bagi saya pribadi, anggota awal BREAKERS yang paling memorable karena mereka memang banyak dibahas sebelumnya :”) tokoh favorit saya adalah Kazuma. Menurut saya, dia adalah cowok yang begitu manis dan tetap berusaha untuk ceria walaupun masalah yang dia miliki memang cukup berat :’)
Banyak hal menarik yang disajikan Ryo-san dalam cerita ini, termasuk unsur romansa yang manis (namun diakhiri dengan plot twist tidak terduga), plot twist mengenai alasan Kazuma mendirikan tim cheerleader dan bagaimana sang pelatih mencoba untuk membangun tim yang mayoritasnya terdiri dari mereka yang masih amatiran. Yang tentunya menjadi bagian favorit saya dalam novel ini adalah saat sang pelatih menyuruh mereka menukar catatan harian dengan teman masing-masing—it’s sooo heartwarming. Saya suka dengan persahabatan yang terbangun di antara mereka.
Membaca kisah ini, saya merasa sedang menonton anime ataupun manga olahraga. Sayangnya, menurut saya, plot dalam novel ini menurut saya bergerak terlalu lambat ;;; selain itu, banyak dijelaskan bagaimana tim ini berlatih, namun karena saya tidak terlalu paham mengenai cheerleader dan penjelasan yang ada kurang tergambar dalam benak saya, jadilah saya cenderung bosan ketika sedang menceritakan sesi latihan tersebut.
Namun, secara keseluruhan, ini merupakan novel bertemakan olahraga pertama yang saya baca dan saya menyukai bagamana penulis mampu mengangkat tema yang unik dalam ceritanya. Dari karya ini saya mendapatkan nilai bahwa melakukan sesuatu yang berasal dari hati tentunya akan membahagiakan namun kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika apa yang kita lakukan tersebut bisa membahagiakan orang lain.
.
.
.
.
Baiklah, sekian review novel Cheerboy!! dari saya!
Tertarik untuk membaca novelnya? BURUAN BACAAA! :”)))))
Sudah membacanya? Yuk atuh kita FANGIRLING-an! :”)))))))))))
.
.
.

“’Mendukung seseorang dari belakang akan menjadi kekuatan dalam diri sendiri’…,” kata Haruki dengan suara yang lirih. (p. 54)

.
.






Monday, 21 December 2015

[review] Close to You by Clara Canceriana


Judul                      : Close to You
Penulis                    : Clara Canceriana
Penerbit                 : Penerbit Haru
Tahun Terbit            : 2012
Cetakan                  : Pertama
Spesifikasi              : 19 cm, 264 halaman
Jumlah Bab             : 19 (serta epilog)
Harga                     : Rp. 42.500,-
Durasi Baca             : 24 Oktober 2015
Kepemilikkan          : Meminjam dari Dhenda Fildza
Rate                       : 3.75 of 5 ^^
.
.
Sinopsis;


“ Menurutmu aku seperti apa?”
“Kau? Tentu saja perempuan manis yang lembut.”

Tidak seperti kata Alex, Hara sama sekali tidak manis maupun lembut. Saat Hara merasa mulai menyukai teman di dunia mayanya itu, Shin Kang, mantan pacarnya yang menyebalkan, kembali memberikan perhatian padanya.

Tapi bukan itu masalah terbesarnya. Bayu, mahasiswa pengecut asal Indonesia yang menjadi orang yang harus dia bimbing, diam-diam ikut mencuri perhatiannya.

Hara pernah berjanji untuk tidak pergi ke N Seoul Tower sebelum menemukan seorang yang disukainya.

Pada akhirnya, siapa yang harus diajaknya pergi ke N Seoul Tower?

“Kau … pernah jatuh cinta pada dua orang sekaligus?”


.
.
“Sebagai cowok rata-rata, kurasa sebaiknya kita juga mencari cewek rata-rata. Mendekati  cewek seperti itu saja tidak mudah. Coba kaulihat lagi. Siapa yang mau mendekatimu kalau ujung-ujungnya bukan meminjam catatan atau bertanya soal kuliah?” (p. 48)

Bayu adalah seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang melakukan studi di Universitas Kwangkan. Dia adalah tipikal lelaki yang pendiam dan mudah sekali dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya. Sikapnya itu membuat Hara yang galak dan ketus tidak menyukainya.

Dia tidak ingin bahkan makhluk dunia maya pun turut mengintimidasinya. Bagaimanapun juga, Bayu berharap ada sisi lain dari dirinya yang bisa orang lain lihat, walau tidak secara langsung. (p. 29)

Sebagai lelaki yang pemalu dan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Junpei, Bayu sebenarnya memiliki dekat dengan teman skype-nya, Lee, seorang perempuan yang lembut. Bayu tidak pernah bertemu dengan Lee, namun lelaki itu merasa nyaman pada gadis itu.

Tatapan Hara seperti api.
“Kaupikir kau akan jadi Casanova kalau menolong cewek-cewek itu terus?” (p. 126)

Kehidupan Bayu semakin berwarna ketika kemudian ia mendapati dirinya mendapatkan Hara sebagai partner selama sisa waktu lelaki itu di Korea. Bayu pun sontak menjadi sasaran ketika Hara sedang dalam mood yang tidak baik. Walaupun begitu, kedekatan mereka membuat Bayu bisa melihat sisi lain Hara yang sebelumnya tidak pernah ia lihat dan juga sebaliknya. Hal itu menimbulkan perasaan khusus yang timbul di hati keduanya. Konflik semakin rumit dengan kedatangan Shin Kang, mantan pacar Hara yang ingin kembali dekat dengannya.

Lalu … kepada siapakah akhirnya Hara akan memberikan hatinya?
.
.
.
.
“Kau … pernah jatuh cinta pada dua orang sekaligus?”
.
.


Baca selengkapnya pada novel Close to You karya Clara Canceriana ini! ^^


.
.
Close to You adalah novel pertama Kak Clara yang kubaca. Sebelumnya, aku pernah membaca tulisan kak Clara di Interwine dan mendapatkan kesan yang cukup berbeda dari tulisan kak Clara sebelumnya.

Mengambil latar di Korea, lebih tepatnya di universitas fiktif Kwanghan, Bayu berkuliah dan bertemu Hara. Sifat mereka yang bertolak belakang sungguh manis. Saya sebenarnya kurang suka dengan sifat Bayu yang pengecut dan terlalu mudah dimanfaatkan oleh orang lain, tapi dengan adanya Hara yang ‘membela’ Bayu, saya kira mungkin mereka memang ditakdirkan untuk saling melengkapi :”) saya suka dengan karakter-karakter yang konsepnya anti-mainstream seperti ini. Hanya saja, karakter-karakter lainnya seperti Kang, Junpei dan Rose menurut saya tidak terlalu menonjol dan tidak terlalu memberikan peran berarti pada jalannya cerita. Sayang sekaliii :’)
Konflik yang disajikan dalam novel ini sebenarnya cukup sederhana dan ringan, namun saya suka bagaimana Kak Clara menuliskannya bergantian dalam sudut pandang Hara juga Bayu. Dengan penulisan seperti itu, pembaca jadi bisa memahami perasaan masing-masing karakter. Hanya saja, saya tidak tahu apakah plot twist mengenai identitas teman chat Hara memang dimaksudkan untuk plot twist atau tidak—karena, ya, saya sebagai pembaca bisa menebaknya dari awal. Jadi, selama membaca, saya tidak berekspektasi apapun :’) Satu hal lagi yang saya soroti disini adalah disebutkan bahwa Hara sangat ingin pergi ke Seoul Tower dengan yang orang yang ia cintai (dan saya tentunya menunggu saat-saat itu), tapi hingga akhir cerita, saya tidak menemukan momen romantis ituuu ;;;;;; walaupun begitu, dinamika hubungan Bayu-Hara-Kang-Alex sangat menarik untuk diikuti, cinta segiempat memang menarik :”)
Secara keseluruhan, pengalaman membaca novel solo Kak Clara adalah pengalaman yang menyenangkan karena memang ceritanya yang ringan. Mungkin ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya tapi untuk pengalaman pertama saya kira ini memang bacaan yang menarik dan tentu saja saya sangat berharap ke depannya bisa membaca karya Kak Clara lagi :”)
.
.
.
.
Baiklah, sekian review novel Close to You dari saya!
Tertarik untuk membaca novelnya? BURUAN BACAAA! :”)))))
Sudah membacanya? Yuk atuh kita FANGIRLING-an! :”)))))))))))
.
.
.
“Tidak…,” Bayu segera menyela. Cepat. Hara sampai mengangkat wajahnya. Dia menatap Bayu dengan bingung. “Ka-ka-kalau kau tak keberatan, kaubisa percaya padaku … dan aku percaya pada Hara-sshi kalau kau tidak seperti yang orang lain katakan.” (p. 179)
.
.

Me: 
Mayan, mayaaaaan